Thursday, June 4, 2009

Serasa di Orchad Road

Kurang Pohon Peneduh

Pekanbaru, Kota Pekanbaru kini mulai bersahabat bagi pejalan kaki, dengan kehadiran pedestrian selebar dua meter di sepanjang jalan Sudirman (depan Mal Pekanbaru) memberikan ruang luas bagi pejalan kaki untuk melintas di kawasan padat itu. Kehadiran pedestrian ini tampak makin menarik, dengan dipasangnya sejumlah tempat duduk yang terbuat dari besi plus lampu-lampu penghias penerang jalan baru baru ini.
"Berjalan di pedestrian Jalan Sudirman terasa sangat nyaman, kita serasa berada di Orchard Road, Singapura," sebut Ani (32) seorang warga yang melintasi pedestrian tersebut, Rabu (3/6). Suasana itu juga dirasakan Indah (27). "Rasanya lebih nyaman jalan kaki disini, tidak seperti dulu yang semrawut dan penuh sepeda motor di atas sini, sekarang terasa lebih leluasa," ujarnya.
Dua mahasiswa UNRI yang sedang kebetulan menunggu bus kota dan duduk disalah satu kursi besi, Lea dan Santi, mengatakan senang melihat pedestrian baru ini, "Saya rasa ini bagus, kelihatan lebih cantik dan rapi, jadi pejalan kaki jadi lebih nyaman, selain itu juga ada tempat duduk untuk menunggu angkutan yang lewat sehingga tidak capek berdiri terus," ujar Lea.
Kenyamanan dan keindahan pedestrian di depan area Mal Pekanbaru (MP) juga diakui pelaku usaha disana, beberapa diantara mereka berpendapat bahwa pedestrian ini membuat para pejalan kaki jadi nyaman. Rancangan pemerintah ini sudah bagus, namun meninggalkan sedikit masalah, yaitu lahan parkir mobil termakan pelebaran pedestrian, sehingga pengunjung kesulitan memarkirkan kendaraannya, terang salah satu pelaku usaha, Arnes, pemilik Rumah Mode. Arnes mengkritisi adanya pedagang kaki lima yang berjualan di area tersebut pada malam hari. "Menurut saya, tidak masalah berjualan disitu, tapi usai berjualan sampahnya juga dibersihkan, jadi pagi hari bisa kembali lagi cantik. Saya sering menemukan sampah di area pedestrian pagi hari, ini menunjukkan kurangnya kesadaran mereka akan kebersihan dan keindahan kota," kata Arnes.
Tidak semua orang merasa nyaman akan pedestrian baru ini, salah satunya adalah Hendra, beliau mengatakan pedestrian di jalan Sudirman ini kurang nyaman sebab dikawasan itu minim pohon peneduh, apalagi pada siang hari, orang akan malas jalan dan duduk di pedestrian karena diterpa langsung teriknya matahari, ia berharap pihak terkait bisa segera menanam pohon peneduh.

Dalam waktu dekat Pemkot Pekanbaru akan membuat jalur pedestrian baru di sepanjang jalan sudirman, mulai dari kawasan Pelita Pantai sampai ke RS Awal Bros. Perencanaannya sudah ada, tinggal pelaksanaannya, sedangkan dana adalah bantuan pusat, kata Kabid Pengembangan Sarana dan Prasarana Wilayah Dinas Pekerjaan Umum kota Pekanbaru, Edwin Supradana.

Disadur dari Tribun Pekanbaru (04 Juni 2009)

Tarif Trans Metro Pekanbaru

Pekanbaru, Seperti yang diberitakan sebelumnya, Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) akan beroperasi sekitar tanggal 15 sampai 18 Juni mendatang. Pada tahap awal TMP akan melayani dua rute, untuk kedua rute tersebut Dishub masih kekurangan 10 halte lagi, yang tersebar dikawasan jalan Imam Munandar dan kawasan Pandau, yang merupakan kawasan padat penduduk yang sangat memerlukan kehadiran Trans Metro Pekanbaru.
"Masih ada 10 halte lagi yang belum siap sampai sekarang, karena sebagian warga beralasan menghambat usaha mereka, padahal keberadaan halte itu penting bagi warga yang ada disana, karena kawasan itu termasuk padat penduduk, kita terus berusaha melakukan pendekatan, tapi kalau tidak mau juga, kita siasati saja dengan halte portable," kata Pria Budi.
Tarif untuk bisa menumpang bus Trans Metro Pekanbaru ini, menurut Pria Budi, hingga kini belum di tetapkan, sebab masih menunggu ketetapan dari Walikota Pekanbaru. Meskipun begitu, Pria Budi mengatakan pihaknya telah mengajukan usulan tarif, yakni berkisar antara Rp. 2.500 sampai Rp. 3.500 untuk setiap penumpang.
"Ini baru sebatas usulan kita saja, bisa saja nanti terjadi perubahan harga, termasuk juga belum ada ketetapan apakah tarif untuk pelajar dan mahasiswa serta tarif untuk umum kita pisahkan atau tidak, itu juga tergantung kesepakatan dan keputusan Walikota nantinya," kata Pria Budi.
Sedangkan untuk mesin tiket, tetap pada rencana semula, yakni bukan di dalam halte melainkan di dalam bus. Kebijakan ini di ambil mengingat masih banyaknya halte yang belum di bangun dan beberapa adalah halte portable.

Disadur dari Tribun Pekanbaru (03 Juni 2009)


Busway ala Pekan Baru

Mulai Beroperasi Antara 15-18 Juni 2009

Pekanbaru, Kehadiran Sarana Angkutan Umum Masal (SAUM) berbentuk bus umum yang di beri nama Trans Metro Pekanbaru (TMP), telah lama dinantikan masyarakat Kota Bertuah. Bobroknya pelayanan dan minimnya kenyamanan menggunakan angkutan kota yang sudah ada selama ini, menjadi alasan utama kehadiran sarana transportasi yang lebih tertata yang ditunggu-tunggu warga.
Apalagi mengingat perkembangan ibukota Provinsi Riau ini cukup pesat, sejak rencana mengoperasikan Trans Metro Pekanbaru mengemuka pada 2008 lalu, hingga saat ini operasionalnya tak kunjung terwujud. Rencana pengoperasiannya pun terkesan ditunda-tunda.
Mulai dari rencana awal 2009 ini sudah mulai beroperasi, mundur menjadi Februari, April, dan kemudian direncanakan uji coba mulai 1 Juni lalu. Dan rencana terakhir, bus ini akan dioperasikan tepat saat puncak perayaan hari jadi kota Pekanbaru , 23 juni mendatang, namun ketika dikonfirmasi pada Selasa (2/6), Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Kota Pekanbaru, Pria Budi, mengatakan SAUM atau Trans Metro Pekanbaru akan mulai beroperasi lebih cepat, yakni antara tanggal 15 sampai 18 Juni mendatang. Keputusan ini hasil dari kesepakatan bersama pada rapat persiapan operasional SAUM di ruang rapat Walikota, dan berlangsung tertutup beberapa hari yang lalu.

Menurut Pria Budi, menjelang tanggal itu, perbaikan sarana dan prasarana terkait TMP akan terus dilakukan, karena diharapkan sebelum hari jadi kota Pekanbaru, terang Budi.
Mengingat tanggal operasional yang semakin dekat, Dishub tentu harus segera memperbaiki dan melengkapi kekurangan semua fasilitas TMP yang sampai saat ini masih banyak ditemukan kekurangan, terutama masalah halte, yang tampak pengerjaannya belum selesai, seperti pada halte di jalan Tuanku Tambusai, didepan pasar Cik Puan. Halte ini belum ada kaca dan marka jalan, kondisi serupa juga ditemui pada halte di jalan Imam Munandar yang belum dilengkapi dengan marka jalan. Pria Budi menjelaskan bahwa, Dishub memang diminta untuk melengkapi semua kekurangan yang ada, seperti ada beberapa halte yang kacanya pecah atau temboknya dicoret-coret, maka akan diperbaiki, termasuk mempersiapkan halte portable yang digunakan di tempat-tempat yang sampai saat ini belum mendapat persetujuan pembangunan halte oleh para pemilik lahan tempat halte itu berada. Dalam beberapa hari ini memang terlihat di beberapa halte sedang di perbaiki, semoga warga Pekanbaru bisa menikmati fasilitas SAUM ini sebagaimana layaknya.

Disadur dari Tribun Pekanbaru (03 Juni 2009)

Wednesday, June 3, 2009

Bakar Tongkang Sedot 30.000 Wisman

Bagan Siapi-api membludak

Bagan Siapi-api, Upacara ritual Bakar Tongkang yang dilaksanakan di Bagan Siapi-api, Kabupaten Rokan Hilir, Riau pada 8 juni ini diprediksikan akan menyedot wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 30.000 orang. Angka ini diperkirakan meningkat dari tahun lalu yakni sebanyak 20.000 wisman yang datang ke Bagan Siapi-api. Ketua Riau Tourism Board (RTB) Fadlah Sulaiman mengatakan, pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) telah menyiapkan event tahunan itu dengan matang. Hal itu di tandai dengan pembenahan beberapa tempat penginapan dan mempercantik kota, agar wisatawan dari Malaysia, Singapura, dan Thailand menikmati kunjungan wisatawannya.
Sejauh ini penginapan-penginapan di Bagan Siapi-api telah dipesan (full) oleh wisatawan asing tersebut. Mereka memesan penginapan karena wisman Tionghoa takut tidak dapat penginapan seperti tahun lalu. Tahun lalu sekitar 20.000 wisman Tionghoa asal Malaysia dan Singapura datang dan menyaksikan langsung acara Bakar Tongkang tersebut dan 10.000 wisatawan domestik juga menghadiri acara ritual bagi orang Tionghoa tersebut.
Setiap tahun terjadi lonjakan kunjungan wisman ke Bagan Siapi-api, karena event Bakar Tongkang ini menjadi ikon besar dalam kunjungan wisman di daerah tersebut. Bahkan semakin membengkaknya jumlah kunjungan wisatawan dalam event ini, Bupati Rohil telah mengeluarkan kebijakan tidak akan memungut retribusi dari Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bagi pengembang yang akan membangun tempat penginapan di Rohil.
"Bupati Rohil telah menyiapkan kawasan kepada investor yang akan mendirikan hotel dan penginapan dan pengurusan IMB-nya gratis" ujar Fadlah.
Menurut dia, di Riau tahun ini terdapat 11 event besar akan diprediksikan akan menyedot kunjungan wisatawan domestik dan manca negara. Selain Bakar Tongkang, di Pekanbaru juga ada Festival Danau Buatan, Pekanbaru 10 kilometer, Rally Wisata, Pacu Jalur di Taluk Kuantan, Permainan Gasing di Indragiri Hilir, Gelar Budaya Nusantara di Kabupaten Pelalawan dan pemilihan bujang dan dara di Dumai, serta wisata budaya di Siak Sri Indrapura. Tahun lalu tercatat 4 juta wisatawan domestik dan 34 ribu wisatawan asing yang datang ke Riau. Meski dari segi objek wisata di Riau tidak terlalu menarik, namun Pemerintah Provinsi Riau bersama Pemerintah Kabupaten mendorong untuk membuat event sebanyak-banyaknya. Saat ini tercatat ada 72 event di Riau.

Disadur dari Tribun (01 Juni 2009)

Monday, June 1, 2009

Otomotif Award 2009

Award yang diadakan oleh tabloid Otomotif ini merupakan ajang tahunan yang di mulai dari bulan mei sampai april tahun berikutnya, karena mei bertepatan dengan bulan lahirnya tabloid tersebut, dan merupakan award yang sangat obyektif karena dinilai berdasarkan analisa yang menguji motor yaitu Mr. Testo (bikers independen yang dipilih pihak Otomotif)
Disebut-sebut award yang paling fair, karena penilaian tidak melihat merk motor, tipe dan kapasitan mesin.
Semua merk sepeda motor yang berada di Indonesia akan di uji oleh Mr. Testo, mulai dari mengoptimalkan motor, menganalisa dan melihat motor mana yang paling mendapat perhatian masyarakat Indonesia
Namun kategori Otomotif Award terbilang sederhana, karena hanya terdiri dari 5 kategori yaitu : The Best Design, The Best Performance, The Best Fuel Consumption, The Best Value,dan The Best Value & Feature.

Dan Pemenangnya adalah :
Kelas Matik 110-115 cc

The Best Design: Yamaha Mio Soul

The Best Performance: Honda Beat

The Best Fuel Consumption: Honda Beat

The Best Value : Yamaha Mio Sporty

The Best Fitur & Technology: Honda Vario



Kelas Matik 125 cc:

The Best Design: Suzuki Skywave

The Best Performance: Suzuki Skywave

The Best Fuel Consumption: Kymco Trend SR

The Best Value : Suzuki Skywave

The Best Fitur & Technology: Suzuki Skywave



Kelas Bebek 110-115 cc:

The Best Design: Honda Blade 110

The Best Performance: Yamaha Jupiter Z

The Best Fuel Consumption: Yamaha Jupiter Z

The Best Value : Yamaha Vega R

The Best Fitur & Techology: TVS Neo



Kelas Bebek 120-125 cc:

The Best Design: Kanzen Supermoto

The Best Performance: Suzuki Shogun 125

The Best Fuel Consumption: Honda Supra X 125

The Best Value : Honda Supra X 125

The Best Fitur & Technology: Minerva Sachs MadAss



Kelas Bebek Super:

The Best Design: Honda CS1

The Best Performance: Suzuki Satria F150

The Best Fuel Consumption: Honda Supra X 125 PGM Fi

The Best Value : Yamaha Jupiter MX135

The Best Fitur & Technology: Suzuki Shogun 125Fi



Kelas Sport 125 cc:

The Best Design: Bajaj XCD125

The Best Performance: Suzuki Thunder 125

The Best Fuel Consumption: Bajaj XCD125

The Best Value : Suzuki Thunder 125

The Best Fitur & Technology: Bajaj XCD125



Kelas Sport 150 – 180cc:

The Best Design: TVS Apache RTR 160

The Best Performance: Bajaj Pulsar 180

The Best Fuel Consumption: Honda New Mega Pro 160

The Best Value : Honda New Mega Pro 160

The Best Fitur & Technology: Yamaha V-Ixion



Kelas Sport 200 – 250cc:

The Best Design: Kawasaki Ninja 250R

The Best Performance: Kawasaki Ninja 250R

The Best Fuel Consumption: Honda Tiger Revo

The Best Value : Honda Tiger Revo

The Best Fitur & Technology: Bajaj Pulsar 200

Oli Resmi Honda yang mana sih?

Seperti yang kita ketahui sebelumnya sudah beredar di pasaran, ada merk 2 oli yang di klaim sebagai oli resmi honda yaitu produk Idemitsu Extreme Eco 4T 10W-30 API SJ, JASO MA dan Federal Oil Rextron R 4T 10W-30 API SJ.
Pengguna sepeda motor Honda sering bingung dalam memilih kedua produk, karena tipe tertentu khusus dibuat hanya untuk Absolute Revo 110 dan Honda Blade. Bingung kan?
Jangan bingung dulu, karena pihak ATPM motor Honda AHM (Astra Honda Motor) pada 8 mei lalu meluncurkan pelumas yang resmi dikeluarkan PT AHM yang diklaim ramah lingkungan yaitu MPX (Maximum Protection eXpert).
Ada dua jenis oli yang diluncurkan AHM, yakni AHM Oil Maximum Protection eXpert (MPX)-1 (SAE:10W-30, API:SJ, JASO:MA), dan AHM Oil MPX-2 (SAE:10W-30, API:SJ, JASO:MB).
AHM Oil MPX-1 dirancang untuk tipe kopling basah, yang sesuai untuk digunakan pada semua sepeda motor Honda tipe bebek dan sport, sedangkan AHM Oil MPX-2 dirancang untuk kopling sentrifugal tipe kering, yang sesuai untuk digunakan
pada semua sepeda motor Honda tipe skuter.
Kedua oli ini diklaim memiliki beberapa keunggulan, antara lain mampu memberikan perlindungan mesin yang lebih maksimum, memaksimalkan kinerja mesin, menghemat konsumsi bahan bakar, menghemat biaya perawatan, dan juga ramah lingkungan.
Soal harga, AHM sudah mematok untuk MPX-1 ukuran 800 cc Rp 29.250 dan yang ukuran 1 liter (MPX 1) dibanderol Rp 36.500. Sedangkan MPX-2 ukuran 800 cc seharga Rp 32.000.

Terus yang mana dong yang disebut oli resmi motor Honda? untuk hal ini pihak AHM masih merekomendasikan ketiga merk tersebut untuk di pakai di motor Honda.
Menurut deputy GM sparepart division AHM, Herry Junaidi, kedepannya pihak AHM akan mengevaluasi ketiga pelumas resmi tersebut.
Ada kemungkinan menimalkan jadi satu oli saja? kita tunggu saja langkah pihak AHM selanjutnya, tapi yang membingungkan, kok bisa yah satu motor punya 3 oli resmi? salut, salut...



Menjaga kesehatan saat mengemudi

Cuaca yang berubah-ubah seperti sekarang ini, membuat kita harus bisa menjaga kesehatan. Terlebih ketika kita sedang mengemudi berjam-jam di dalam kabin berpendingin udara, di tambah stress dan polusi, gak hanya bikin sakit kepala tapi bikin badan ikut meriang.
Kulit kita pun merana kalau tidak dirawat, karena disekeliling kulit kita bertebaran musuh yang mengancam kesehatan, seperti akibat dari sering terkena AC mobil maka kulit cepat kering, dan jangan lupa, disekelilingnya terdapat banyak radikal bebas yang terbentuk dari efek AC, polusi udara, asap kendaraan dan sebagainya.
Semakin sering kulit kita terkena radikal bebas, semakin cepat kulit kita mengalami penuaan dini, akan tetapi kulit yang terlalu lembab juga tidak bagus. Ketika kita gerah maka akan memicu peningkatan produksi keringat dan kelembaban kulit, problem tersebut biasa terjadi di area punggung, pinggang, pantat, dan lipatan paha yang terus menerus menempel jok.
Hal tersebut akan memicu jamur, memerah atau bersisik, karena itu berhati-hatilah memilih bahan pelapis jok, pilihlah yang tidak menyerap panas dan mudah dibersihkan. Perlu anda ketahui bahwa kulit sintetik paling panas, karena kandungan plastiknya menyerap panas. Kalau mau adem pakailah kulit alami, karena tidak menyerap panas dan mudah dibersihkan. Jok kain memang tidak panas tapi dapat menyerap debu dan susah dibersihkan, apalagi kalo kotoran basah. Jika anda ingin kenyaman di area punggung, bikin jok model perforated atau bolong-bolong kecil-kecil yang berfungsi sebagai pori-pori untuk aliran udara. Untuk perawatan kulit agar tidak cepat kering, imbangi dengan memakai pelembab dan tabir surya, karena walaupun mendung dan ada kaca film, sinar ultraviolet dapat menembus dan merusak kulit kita.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...